Sabtu, 02 Januari 2010

Ary Prijantono guruku dalam memahami Personality Plus dan Florence Littauer

Suatu hari seorang teman saya yang bernama Ary Prijantono berkata bahwa pada prinsipnya kunci untuk memahami orang lain terletak pada kemampuan masing-masing individu untuk memahami dirinya sendiri. Lebih lanjut Pak Ary(demikian saya memanggilnya) menjelaskan mengenai beberapa hal yang terkait dengan kepribadian seseorang dan menurut saya sangatlah menakjubkan dan betul-betul sangat luar biasa!!! Bagaimana tidak, selama lebih dari 14 tahun saya bekerja di bank dan entah sudah berapa banyak pelatihan dan seminar yang saya ikuti tapi saya sama sekali belum pernah sekalipun mendengar mengenai teori pendekatan terhadap kepribadian seseorang sebagaimana dijelaskan oleh pak Ary!!! Padahal menurut hemat saya ilmu ini  sangatlah bermanfaat utamanya untuk dijadikan penunjang dalam menganalisa karakter /kepribadian seorang calon debitur dan lebih jauh lagi akan sangat bermanfaat sekali bagi unit personalia dan manajemen untuk membangun sebuah team work yang handal. .

Apa yang disampaikan oleh pak Ary kepada saya sebenarnya merupakan beberapa pokok pikiran yang beliau dapatkan setelah membaca sebuah buku yang dikarang oleh Florence Littauer dan berjudul Personality Plus. Dalam buku ini, Florence Littauer mendasarkan tulisannya pada penemuan mutakhir di bidang pengembangan kepribadian supaya bisa memberi kita wawasan yang berharga untuk menghargai suatu jenis kepribadian yang merupakan anugerah dari Tuhan. Buku yang menarik ini juga memberikan kunci untuk memahami semua orang di sekeliling kita. Kita akan belajar bagaimana caranya menerima dan bahkan menikmati ciri khas yang membuat kita masing-masing begitu berbeda. Kepribadian Plus merupakan alat yang kita perlukan untuk mengubah kehidupan kita dan kehidupan mereka yang kita sayangi  menjadi lebih baik. Penasaran kan??? Jika memang demikian mari kita bersama-sama untuk mencoba memahami pokok-pokok pikiran yang tercantum didalam buku Personality Plus tersebut.

Dalam buku ini, Florence Littauer menerangkan bahwa setiap manusia dilahirkan dengan suatu kepribadian dasar yang akan berpengaruh sepanjang kehidupan orang tersebut. Semua watak dasar manusia dibagi dalam empat golongan besar: Melankolis, Sanguinis, Plegmatis, dan Koleris. Keempat sifat dasar inilah yang menyebabkan perbedaan antara seseorang yang satu dengan yang lainnya.

Seseorang yang mempunyai sifat dasar Plegmatis, biasanya akan bertentangan (atau kurang cocok)  dengan orang lain yang berwatak Koleris. Demikian pula halnya yang terjadi dengan Sanguinis dan Melankolis. Pada prinsipnya setiap manusia mempunyai keempat watak dasar tersebut, tapi hanya ada dua yang sangat berpengaruh, dan satu yang paling mendominasi. Keempat watak tersebut berbeda komposisinya disetiap orang, Hal inilah yang menyebabkan perbedaaan kepribadian pada setiap manusia. Dari kepribadian dasar ini kemudian manusia dibawa ke dalam kotak-kotak kehidupan yang lain. Mereka kemudian dibentuk oleh keluarga, lingkungan, lembaga-lembaga, dan lain-lain sehingga semakin menjauhkan dan membedakandari kepribadian orang lain.

Seorang yang didomonasi Sanguinis cenderung ceria, bersosial dengan orang banyak, berpikir secara ‘acak’, dan menjauhi aturan yang mengikat. Dia mempunyai selera humor yang bagus, banyak bicara, dan menjadi pusat perhatian karena keceriaannya. Dia juga orang yang berantakan, susah diatur, mempunyai emosi yang tak menentu, dan gampang berubah pikiran. Sanguinis berpikiran optimis, ekstrovert, dan terpengaruh emosi. Seorang Sanguinis akan ‘bermasalah’ jika diminta bekerjasama dengan Melankolis. Karena Melankolis mempunyai kecenderungan bekerja dengan rapi, menyendiri, dan menuntut kesempurnaan.

Seorang Melankolis memikirkan sesuatu secara mendalam (terkadang berlebihan) dan menuntut hal-hal yang ideal. Dia juga seorang yang cenderung mempunyai kecerdasan lebih tinggi dalam bidang sains dan seni. Oleh karena mempunyai perasaan yang mendalam, ciri khas lainnya adalah romantis, puitis, mencintai dan membenci sesuatu sepenuh hati dan untuk waktu yang tidak sebentar. Melankolis berpikiran pesimis, introvert, dan terpengaruh emosi.

Seorang Koleris dilahirkan untuk mendominasi di antara manusia-manusia yang lain. Dia seorang yang cenderung berkuasa, suka mendominasi orang lain, dan berambisi untuk memperoleh apa yang diinginkan. Koleris suka menjadi pusat perhatian karena kekuatan kekuasaannya, karena itu pula dia mempunyai jaringan sosial yang besar. Karena bersifat mandiri, terkadang dia memaksakan kehendak pada orang lain dan bermasalah bekerjasama dengan orang lain yang tidak menyukai ‘caranya’. Saat semua orang tertekan dan tak tahu apa yang harus dilakukan, dia akan muncul untuk mengambil alih dan memimpin. Koleris berpikiran optimis, ekstrovert, dan tak terpengaruh emosi.

Plegmatis mungkin adalah ‘air’ yang tenang dan dingin. Saat semua kegilaan, tuntutan, dan paksaan dari Sanguinis, Melankolis, dan Koleris, Plegmatis akan diam dan berkata, “biasa saja lah”. Dia adalah pihak yang cenderung menjauhi konflik, menjadi pihak penengah saat konflik, dan menjadi pengikut yang tak banyak membantah. Kehidupannya sering berjalan karena mengikuti arus kebanyakan orang. Dia juga orang yang cenderung tidak beremosi, oleh karenanya dia terlihat tidak bersemangat dan ‘biasa saja’. Plegmatis berpikiran pesimis, introvert, dan tak terpengaruh emosi.

Dalam kehidupan nyata, watak-watak dasar itu bercampur dalam diri setiap orang, dan terkadang memunculkan konflik kepribadian (tergantung campurannya). Misalnya seorang yang didominasi Melankolis-Sanguinis. Di satu sisi, dia adalah orang yang menuntut idealisme, dan di sini lain dia mudah berubah pikiran. Atau seorang Plegmatis-Koleris yang terkadang ingin menjadi pengikut saja, tapi dia tak tahan melihat sebuah kumpulan yang tak terpimpin. Campuran seperti ini adalah campuran yang bersifat tarik-menarik. Watak mereka secara berganti mendominasi dan sulit ditebak, tergantung pada situasi dan kondisi yang tengah dihadapi.

Ada pula campuran yang bersifat saling melengkapi. Seperti Sanguinis-Plegmatis yang merupakan seseorang yang baik dalam persahabatan. Dia adalah kombinasi antara seorang yang ceria dengan pendengar yang setia. Atau Koleris-Melankolis yang hebat dalam kepemimpinan. Gabungan antara kerapian, kesempurnaan dan kekuatan memimpin. Sementara campuran seperti Koleris-Sanguinis dan Melankolis-Plegmatis disebut campuran alami. Karena pada masing-masing mereka sesuai dengan orientasi sosialnya, yang satu ekstrovert, dan yang lain introvert.

Luar biasa!!!,
Menurut saya buku ini menekankan pentingnya menghargai sebuah perbedaan. Bukan saja menuntut perbedaan dari orang lain, tapi juga harus dapat menghargai perbedaan orang lain, karena ada orang yang senang tampil beda tapi tidak senang menghargai orang lain. Oleh karena itu mulai saat ini cobalah untuk bersikap bijak dalam menyikapi sebuah perbedaan. Hindari perdebatan yang tidak akan menemukan sebuah titik temu, karena ujung-ujungnya akan terjadi pertikaian. Berusahalah menjadi bijak dalam setiap keadaan dan berusahalah menyesuaikan diri dengan orang lain. Ingat, orang yang hebat bukanlah yang membanggakan kepribadiannya melainkan orang yang bisa mengambil hikmah dan kebaikan dalam setiap perbedaan kepribadian.

Salam….



1 komentar:

  1. saya ada pertanyaan pak...
    apakah ada perbedaan antara kepribadian ganda dan kepribadian melancolis-sanguin(campuran)ini?
    menurut anda seperti apa pak antara kedua kepribadian diatas yang saya tanyakan ... trimakasih

    BalasHapus